Sebuah inspirasi yang menarik, bahwa karier tidak harus dibangun dalam lingkup formal organisasi. Saudariku Marissa Haque istri dari pasanganku Ikang Fawzi selain pendidik, dan politisi sebenarnya adalah aktris film yang sempat kuliah film di Amerika Serikat. DIa juga seorang penulis beberapa buku serta puluhan artikel di beberapa media cetak dan internet. Didalam bincang-bincang belum lama ini Mbak Icha--nama panggilan akrab beliau--mengatakan bahwa ekonomi kreatif yang salah satunya dilakukan melalui penulisan novel yang lalu menjadi film sukses dapat ditirudari apa yang telah dilakukan oleh sang pengarang "Harry Poerter." Kesuksesan Rowling justru karena sempat terlunta-lunta tanpa kejelasan masa depan kariernya. Pada saat ia sedang mengalami kesulitan, ia menemukan minatnya dalam penulisan buku anak-anak, yang kemudian menjadi karier impiannya. Harry Potter, cerita yang awalnya ditujukan kepada anak-anak, ternyata meledak penjuanlannya dan disukai oleh berbagai kalangan usia. Tetapi yang lebih menarik adalah kisah pengarangnya dalam meniti karier, yang berakhir sukses luar biasa sebagai penulis. J. K. Rowling, pengarang Harry Potter mengawali kariernya sebagai seorang peneliti dan sekretaris bilingual Amnesty Internasional. Dalam menjalani profesinya sebagai sekretaris, muncullah ide cerita tentang seorang anak laki-laki yang masuk ke dalam sekolah khusus bagi para calon penyihir. Tepatnya pada saat ia menanti kereta api jurusan Manchester dan London yang tertunda keberangkatannya. Setelah sampai tujuan, ia langsung mulai menulis idenya itu.
Kemudian Rowling pindah ke Porto, Portugal untuk menjadi guru bahasa Inggris. Sempat menikah dengan seorang wartawan Portugal dan memiliki seorang anak. Rowling kemudian bercerai dan tak lama kemudian pindah ke Edinburgh, Skotlandia, dimana ia harus hidup sebagai orang tua tunggal yang hanya mengandalkan tunjangan pengangguran sebagai sumber penghasilan.
Kemudian Rowling pindah ke Porto, Portugal untuk menjadi guru bahasa Inggris. Sempat menikah dengan seorang wartawan Portugal dan memiliki seorang anak. Rowling kemudian bercerai dan tak lama kemudian pindah ke Edinburgh, Skotlandia, dimana ia harus hidup sebagai orang tua tunggal yang hanya mengandalkan tunjangan pengangguran sebagai sumber penghasilan.
Pada tahun 1995, ia menyelesaikan naskah pertama novelnya, Harry Potter and the Philosopher Stone. Pada mulanya, buku ini ditolak oleh berbagai penerbit, sampai akhirnya diterima oleh penerbit berskala kecil yang bernama Bloomsbury. Dua tahun kemudian, Bloomsbury menerbitkan cerita Harry Potter and the Philosopher Stone dengan jumlah cetakan pertama hanya sebanyak seribu kopi, lima ratus kopi diantaranya didistribusikan ke berbagai perpustakaan. Lima bulan kemudian, buku ini memenangkan penghargaan pertamanya, A Nestle Smarties Book Prize.
Kemudian buku ini juga mendapatkan penghargaan British Book Award for Children’s Book of the Year yang prestisius. Tahun berikutnya, Scholastic Inc., sebuah penerbit di Amerika Serikat (AS), menerbitkan The Philosopher Stone dengan judul Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Sukses dengan buku awalnya, Rowling melanjutkan penulisan buku-buku serial Harry Potter berikutya, yang seperti kita tahu juga sukses dalam penjualan dan memenangkan berbagai penghargaan. Rowling, yang tadinya berprofesi sebagai seorang guru dan sempat jadi pengangguran, kini telah sukses menjadi penulis terkenal. Bagi pendaki tangga karier, kisah perjalanan karier Rowling ini tentunya bisa menjadi cerita yang lebih menarik ketimbang tokoh ciptaannya.
Kemudian buku ini juga mendapatkan penghargaan British Book Award for Children’s Book of the Year yang prestisius. Tahun berikutnya, Scholastic Inc., sebuah penerbit di Amerika Serikat (AS), menerbitkan The Philosopher Stone dengan judul Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Sukses dengan buku awalnya, Rowling melanjutkan penulisan buku-buku serial Harry Potter berikutya, yang seperti kita tahu juga sukses dalam penjualan dan memenangkan berbagai penghargaan. Rowling, yang tadinya berprofesi sebagai seorang guru dan sempat jadi pengangguran, kini telah sukses menjadi penulis terkenal. Bagi pendaki tangga karier, kisah perjalanan karier Rowling ini tentunya bisa menjadi cerita yang lebih menarik ketimbang tokoh ciptaannya.Kita sering merasa takut pada saat memutuskan untuk membangun karier dalam bidang tertentu. Takut terhadap resiko yang akan dihadapi. Takut melangkah setelah mendengar komentar-komentar negatif mengenai karier impian kita. Atau kita takut melangkah karena merasa kondisi finansial yang kurang baik, pendidikan yang tidak sesuai, masalah umur, fisik dan lain sebagainya. Atau bahkan takut akan persaingan. Tapi intinya adalah takut mengalami kegagalan.
Saat kita membiarkan berbagai keyakinan negatif mempengaruhi kita, maka sebenarnya kita sedang membangun tembok yang tinggi untuk mencapai apa yang kita inginkan. Jika seseorang yakin bahwa ia tidak mampu untuk berhasil dalam suatu bidang karier, keyakinan ini akan memiliki dampak terhadap perilakunya.
Hal ini berdampak pada hilangnya kesempatan meraih karier impiannya dan menjadi pembenaran atas keyakinannya. Apa akibatnya? Ia akan melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari. Oleh karenanya, jika ingin berhasil dalam karier yang diimpikannya, seseorang harus mengubah keyakinan dan perilakunya. Seperti yag dikalalukan oleh Rowling, tidak menyerah meskipun naskah bukunya pada saat-saat awal ditolak oleh berbagai penerbit.
Ia tetap berusaha maju mengalahkan rasa takut terhadap ketidak mungkinan akan keberhasilan. Mengubah perilaku yang ada memang tidak selalu mudah. Namun jika hal-hal yang kita lukukan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, mungkin perilaku yang baru hasil perubahan yang dilakukan akan mampu mewujudkan karier yang diimpikan. Memang akan terdapat suatu saat dimana seseorang tidak lagi yakin apakah hal yang dilakukannya akan membawa hasil. Ini adalah hal yang normal.Namun keberhasilan hanya akan dicapai bagi mereka yang tetap memiliki keyakinan dan mewujudkan keyakinan tersebut dengan terus berusaha.
Ia tetap berusaha maju mengalahkan rasa takut terhadap ketidak mungkinan akan keberhasilan. Mengubah perilaku yang ada memang tidak selalu mudah. Namun jika hal-hal yang kita lukukan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, mungkin perilaku yang baru hasil perubahan yang dilakukan akan mampu mewujudkan karier yang diimpikan. Memang akan terdapat suatu saat dimana seseorang tidak lagi yakin apakah hal yang dilakukannya akan membawa hasil. Ini adalah hal yang normal.Namun keberhasilan hanya akan dicapai bagi mereka yang tetap memiliki keyakinan dan mewujudkan keyakinan tersebut dengan terus berusaha.
Agar dapat mengalahkan rasa takut yang menjadi penghalang dalam kemajuan karier yang diimpikan, seperti yang dikatakan oleh Messmer, perlu dipertingkan hal-hal berikut ini:
Pertama, minat. Pertimbangkanlah dengan hati-hati mengenai hal-hal apa saja yang paling disukai dalam sebuah pekerjaan. Ini akan membuat kita dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam menentukan langkah karier selanjutnya. Pertimbangkanlah tugas-tugas apa saja yang memberikan kita kepuasan terbesar dan buatlah penilaian apakah terdapat semacam pola dalam tugas-tugas dan pekerjaan yang dilaksanakan. Juga pikirkanlah apa yang paling kita suka kerjakan di waktu luang. Seringkali kita mendapatkan insight dari hal-hal yang kita suka lakukan di luar waktu kerja.
Kedua, lakukanlah penilaian secara jujur mengenai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Review semua prestasi di masa lalu. Komentar-komentar dari atasan, rekan kerja, teman, dan keluarga dapat pula menjadi petunjuk yang berharga.
Ketiga, pertimbangkanlah berbagai pilihan-pilihan yang ada. Mungkin masih terdapat opsi-opsi yang belum ditelusuri sebelumnya, seperti peluang untuk promosi jabatan, atau profesi-profesi tertentu dimana kita dapat mengembangkan minat dan kemampuan yang dimiliki. Bicarakanlah masalah tujuan karier dan tujuan personal dengan orang-orang yang tepat. Jika kita masih bekerja di suatau perusahaan, diskusikanlah bagaimana caranya agar perusahaan dapat memberikan dukungan.
Selamat berjuang meruntuhkan tembok keyakinan negatif dan selamat meraih karier impian.!......
Sumber: Male Emporium
Sumber: Male Emporium